Post info

Taq :


Comments 1


Author: dispa


Be Natural! Yang alami saja, wajar, tidak dibuat buat, karena keaslian (naturalness) suara merupakan salah satu rahasia sukses penyiar. Be yourself, jadilah diri sendiri, jangan meniru orang lain! Demikian pesan para guru penyiar.

Berikut ini 8 tips agar dalam siaran kita mampu mengeluarkan suara alamiah, tidak dibuat-buat.

Top 8 Ways To Sound Natural

1. Bayangkan, pendengar itu satu orang! Orang yang baru pertama kali berbicara di radio sering secara salah memvisualkan pendengarnya –membayangkan bahwa pendengar itu ribuan. Padahal, orang yang mendengarkan itu dalam kelompok berjumlah satu orang (in group of one). Ya, bayangkan pendengar itu satu orang.

2. Berbicara kepada teman akrab. Ketika Anda membaca naskah atau berbicara di radio, bayangkan bahwa Anda berbicara kepada seorang teman akrab (intimate friend). Benar-benar lihat wajah teman Anda itu dalam “pikiran mata” (mind”””’’s eye) Anda.

3. Lakukan kontak mata! Pandanglah dia sekali-sekali untuk melakukan kontak mata (eye contact), meskipun hanya ada satu orang di ruangan –Anda sendiri! Jika Anda membaca naskah di studio, bacakan kepda alat perekam atau siapa pun yang ada di sana.

4. Gunakan gesture! Komunikasi berjalan pada energi. Bicaralah dengan seluruh tubuh Anda. Gunakan gerakan tubuh (gesture), meskipun tidak ada orang yang melihat Anda. Anda adalah aktor. Saat berbicara di depan umum (public speaking), jika Anda punya mike portable (mudah dibawa), bergeraklah mengitari panggung. Bayangkan Anda adalah seorang aktor yang sedang “mentas” di televisi.

5. Jeda! Jedalah untuk beberapa detik untuk membiarkan pesan Anda sampai ke pendengar. Saat jeda, buatlah kontak mata. Anda juga bisa jeda jika mencari gagasan berikutnya.

6. Ad lib wherever possible. Put the script into your own words. Bacakan naskah dengan kata-kata Anda sendiri.

7. Pelajarilah cara orang berbicara saat ngobrol dan gunakan pola pembicaraan itu ketika memnbaca naskah. “Intiplah” pembicaraan orang di restoran. Perhatikan bagaimana dinamika vokal mereka berfluktuasi: lebih keras, lebih lembut. Juga perhatikan obrolan itu berubah-ubah arah dan bagaimana tingkat lagu kalimat (range of inflection) mereka melebar.

8. Be conversational, not grammatical. Tulislah naskah seperti orang bicara –tapi jangan tiru tatabahasa yang buruk atau salah. Tambahkan beberapa “non-kata” pilihan untuk memberikan kesan lebih. (www.romeltea.com. Sumber: Asep Syamsul M. Romli, Brodcast Journalism: Panduan Menjadi Penyiar, Reporter, dan Scriptwriter (Nuansa Bandung, 2005); “Broadcasters: Top 8 Ways To Sound Natural Reading From A Script” By Susan Berkley, http://greatvoice.com.*

1 Komentar:


Posting Komentar

kirimkan pesan anda