Post info


Comments 0


Author: dispa

Jadi Announcer Harus Pintar

Berprofesi sebagai announcer di radio dan televisi tampaknya merupakan pekerjaan yang mudah dan menyenangkan. Tapi tidak banyak yang tahu jika pekerjaan ini menuntut seseorang berpikir cepat dalam mengambil keputusan.

Bagi sebagian orang, dunia broadcasting identik dengan keterampilan seseorang berbicara. Namun, keterampilan berbicara saja tidak cukup untuk menjadi seorang broadcaster sejati. Banyak syarat lain yang harus dipenuhi diantaranya Kemauan yang tinggi dan selalu berpikiran terbuka. Itulah uraian dari Lucky Retnani, Asisten Program Director & Broadcaster Hard Rock FM Surabaya. ”Jadi penyiar itu harus tahan banting, mau belajar, dan open mind,”ungkap Lucky pada peserta seminar.

Proses siaran bagi seorang broadcaster juga berarti kegiatan untuk mengeksplorasi kemampuan diri. Dikatakan Lucky, sebagus apapun materi yang dimiliki, suatu acara akan terasa hambar bila seorang penyiar tidak dapat membawakan materinya secara baik. Berbicara datar tanpa ekspresi tentu akan terdengar membosankan di telinga pendengar.

"Tugas penyiar itu bukan hanya berbicara, tapi juga sebagai sales person, kita harus bisa menjual barang pada klien, selain itu kita harus bisa menjadi sahabat pendengar dan yang terpenting, penyiar itu adalah ujung tombak radio," jelas Lucky.
Untuk menjadi penyiar, kata Lucky, juga tidak membutuhkan spesifikasi tertentu. Penyiar bisa saja memiliki latar belakang pendidikan teknik. ”Asal mempunyai passion dan memiliki wawasan yang luas,” ujar Lucky.
Ibu muda ini juga memberikan tips-tips untuk terjun ke dunia
broadcasting. Lucky juga mengungkapkan pada awalnya, ketertarikanya untuk
tejun di dunia penyiaran karena ia ingin membuka diri. Sebelum menjadi
penyiar, Lucky mengaku ia seorang pemalu.
Selanjutnya Lucky memberikan simulasi yang dapat meningkatkan kreatifitas seorang penyiar. Sembari mengangkat sebatang ballpoint ia menantang seorang peserta yang hadir untuk menyebutkan sepuluh hal yang berhubungan dengan ballpoint. Lucky mengatakan bahwa latihan seperti itu biasa dilakukan oleh penyiar baru agar tidak kehabisan kata selama siaran. ”Makanya jadi announcer itu kudu pinter mencari bahan obrolan,” sambut Lucky.

Lebih baik dari tahun lalu
Sementara itu, Ketua panitia acara Seminar Broadcasting, Agung Kurniawan, mengatakan bahwa acara ini diadakan untuk menambah soft skill mahasiswa dalam dunia broadcasting. ”Selain itu juga memberikan gambaran kehidupan di dunia broadcasting,” ujar Agung. Agung sendiri mengatakan bahwa peserta seminar kali ini lebih banyak daripada seminar broadcasting yang diadakan tahun lalu.

Seminar ini merupakan salah satu rangkaian dari acara Medfo Fair yang diadakan oleh BEM FTI. Dalam Medfo Fair yang sedianya diadakan pada tanggal 11-12 Desember ini akan diadakan juga Lomba Broadcasting dan Lomba Mading 3D.
Berkaca pada tahun lalu, Medfo Fair kali ini tidak hanya berkisar pada seminar broadcasting saja, tetapi juga acara-acara lain yang lebih variatif. Acara-acara tersebut berupa pameran mading tiga dimensi, akustik band, lomba mading, lomba website, lomba broadcasting dan bursa buku. "Tahun lalu Medfo Fair acaranya terpaku pada seminar saja, tetapi kali ini hal itu tidak akan terjadi,” kata Agung.(m6/m7/ap/asa)

0 Komentar:


Posting Komentar

kirimkan pesan anda